Bunga Camelia

Dahulu kala, sepasang suami istri yang hidup sebagai pencari kayu bakar. Mereka berdua memnuhi kebutuhannya dari hasil pekerjaan itu. Hingga akhirnya suati hari kemudian, sang istri harus beristirahat karena sedang hamil. Hal itu membuat suaminya harus bekerja lebih giat lagi dan mencari kayu bakar sebanyak mungkin untuk dijual, karena musim dingin mulai tiba. Tetapi,di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita bagaikan seorang putri. Sang suami pun mengikuti gadis itu kemana pun ia pergi. Di waktu yang sama sang istri masih menunggu suaminya pulang meskipun kelaparan.

Sudah satu bulan  berlalu dan ketika memasuki musim semi sang suami baru sadar bahwa dia sudah tidak mendapatkan pekerjaan lagi setelah ini. Ia pun kembali pulang dan meninggalkan gadis itu sendirian. Sesaimpainya ia dirumah, ia tidak menemukan istrinya dimana pun. Tidak ada hal yang ia temukan selain sekuntum bunga camellia mekar di batang pohon yang sudah layu beberapa tahun yang lalu. Bunga itu seakan-akan berbisik padanya bahwa cinta yang dimiliki istrinya seindah bunga ajaib itu.

Sang suami pun menyesal karena telah meninggalkan orang yang sangat mencintainya demi sebuah keindahan yang semu. Ia menangis tersedu-sedu walau ia tahu tidak ada yang akan berubah, kareana ia dan istrinya akan tepisah selamanya.


Unsur-unsur instrinsik Hikayat:

1. Tema: Bunga 

2. Tokoh: Sang Suami, Sang istri, Gadis yang cantik nan jelita

3. Penokohan : 

A. Sang istri : Penyabar, tidak banyak mengeluh   

B. Sang suami : Gampang tergoda, Tidak punya rasa setia

C. Gadis yang cantik nan jelita : mempunyai aura yang menarik

4. Latar : 

  • Latar tempat: Rumah
  • Latar waktu: Musim dingin, musim semi
5. Alur: Cerita hikayat ini menggunakan alur maju. Cerita ini diawali oleh kesalahan seorang suami yang lebih memilih gadis yang ia temui di pertengahan jalan daripada istrinya yang sangat mencintainya. setelah ia tidak lagi mempunyai pekerjaan baru ia pulang ke rumah dan mendapati bahwa istrinya telah tiada. Suami itu pun menyesal. Meskipun begitu tidak ada yang bisa diubah, ia dan istrinya telah terpisah untuk selamanya.

6. Amanat : Kejarlah kebahagiaanmu yang selamanya, bukan kebahagiaan sementara yang membuatmu menyesal selamanya. 





















































































































































Komentar